Wah iya,..menyambung cerita si ibu rumah tangga,..btw saya juga pemburu beasiswa yang pada akhirnya saat ini menerima untuk sementara jabatan sebagai ibu rumah tangga juga,…
Sebenarnya mungkin perjuangan saya untuk meraih beasiswa belum optimal,..emang bener banget tuh,…niat emang kudu diluruskan,…sekolah bukan untuk dapet prestige atau mau going abroad,..
Seingat saya,..Tuhan meninggikan beberapa derajat orang yang sedang menuntut ilmu,..karena logikanya menurut saya,..orang yang menuntut ilmu sesungguhnya tengah berupaya memperoleh the real truth,..kebenaran sejati dalam hidupnya ,..apa pun studi nya itu,..mau belajar agama kek,..mau belajar dagang kek,.mau belajar bahasa,..belajar tentang gunung berapi kek,….is striving for excellence supaya bisa menyumbang kepada perbaikan hidup umat manusia di dunia ini dengan modal pikiran yang sudah dianugrahkan Tuhan YME,…at least untuk dirinya sendiri,..hopefully menjadi orang yang lebih baik ,..dalam cara berfikir dan bertindak setelah melalui proses dan perjuangan yang melelahkan,…syukur2,..bisa mentransfer ilmu pada orang lain,..supaya gak pinter sendiri ,..hehehe
well,..meski untuk sementara menjadi ibu rumah tangga,..belajar tetap tidak akan usai,..dalam hal apa pun,..mau belajar berdandan,..bertata krama,..belajar masak yang sehat untuk keluarga,…sejatinya adalah untuk aktualisasi diri juga tidak hanya semata untuk suami atau anak,..sebagai mahluk yang sudah diberikan begitu banyak potensi yang layak dikembangkan,…neverending learning in the school of life,….whatever your subject is,..
So,..para pemburu beasiswa,..don’t give up ( ini juga buat saya sendiri sih) ,.. Saya masih ikut milis ini…meski udah jadi ibu rumah tangga ( saja) demi perkembangan periode emas balita saya saat ini,..dan menikmati setiap testimoni keberhasilan sebagai bahan bakar penyemangat,..who knows some day I will be back to the battle ….
leo siagian wrote: Wah ceritanya bagus sekali. Mengingatkan saya akan apa yang saya sudah dapatkan setalah 4,5 tahun berusaha mencari beasiswa. Saya dulu sempat berfikir, bahwa dalam waktu yang tidak begitu lama setelah kelulusan, saya akan dapat melanjutkan sekolah lagi. Ternyata, waktu yang sebentar itu lamanya 4,5 tahun. Setiap tahun, saya mencoba melamar dari satu beasiswa ke beasiswa lain. Bertanya ke kiri dan kanan, kadang ada jawaban, namun seringkali juga informasi disembunyikan (harus maklum karena beasiswa juga kompetisi).
Beberapa kali saya sampai pada tahap wawancara, Percaya Diri meningkat tinggi karena kandidat tinggal sedikit. Tapi pada kenyataannya kemudian, saya gagal lagi dan gagal lagi. Tapi semangat berburu beasiswa memang tidak harus langsung meredup manakala kegagalan itu kita dapatkan. Bahkan saya memiliki pengalaman bahwa dokumen tidak sampai di panitia seleksi (padahal sudah di pooling kok bisa ada yang dokumennya hilang ya), tapi kemudian mulai bangkit lagi untuk mencari beasiswa yang lain.
Temans, Memang mencari beasiswa itu banyak duka dan suka (dibalik agar siap menerima kenyataan yang pahit), oleh karena itu persiapkan semua dokumen umum seperti ijazah, transkrip dan terjemahannya, paspor dan dokumen pendukung lainnya jauh hari sehingga ketika info datang dan waktu mendesak, kita masih mampu untuk mengejar. Selain itu, membaca surat ini, saya mengingat apa yang pernah dikatakan oleh teman saya. Beasiswa itu banyak (ada yang streamline dan ada yang below streamline). Seringnya kita mengetahui beasiswa yang diumumkan secara luas, tentu saingannya banyak bukan, seperti ADS, Fullbright, STUNED, dsb. Mengapa tidak kita coba beasiswa lainnya? Yang tidak banyak diketahui orang. Karena banyak negara2 kaya menawarkan beasiswa seperti Finlandia, Swedia, Eropa Timur, Korea, Jepang, bahkan Filipina. Yang perlu kita lihat adalah niat kita untuk belajar. Seringkali mungkin negara seperti Filipina tidak masuk hitungan, karena stipend yang rendah mungkin ya. Tapi jujur saja, saya sebenarnya tertarik untuk belajar disana. Beberapa senior pengajar di Universitas Indonesia mengatakan kepada saya, memang beasiswanya kecil tapi ilmunya sangat bagus. Dan memang sistem pendidikan di Filipina menggunakan sistem pendidikan USA, bahkan kalau tidak salah JD (Judicial Degree) di Filipina akan lebih mudah untuk praktik di US ketimbang dari negara lain. Bahkan salah satu Prof di Fakultas Ekonomi yang mumpuni adalah lulusan Filipina (Prof. Prijono Tjiptoherijanto) dan dapat melanjutkan kuliah ke University of Hawaii at Manoa.
Jadi teman-teman, mulai dari sekarang harus terus bergiat berusaha mencari beasiswa, dan menghilangkan budaya dependensi. Selama waktu 4.5 tahun ini, saya selalu belajar dari satu kesalahan beasiswa ke beasiswa lainnya. Terus memperbaiki tulisan tentang diri saya. Pada awalnya, saya sering menggunakan bahasa yang puitis, maksudnya sih ingin menggugah penilai, pada kenyataannya hal itu bukan yang diinginkan. Ternyata hal-hal tentang kita haruslah mencerminkan diri kita dan peran kita di masyarakat yang memungkinkan kita diterima dalam skema beasiswa tersebut.
Akhirnya saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009, dan mengingatkan bahwa NUS dan University of Phillipines akan tutup 30 Januari, STUNED akan tutup 15 April, lalu disusul oleh Erasmus Mundus (mungkin ya) dan Fullbright (Sepertinya April juga) dan berbagai beasiswa lainnya. O ya saya hampir lupa, salah satu cara untuk mendapat beasiswa below streamline adalah dengan kadang dengan menghubungi langsung universitas yang dituju dan bahkan profesor yang diinginkan (siapa tahu dia tertarik mendanai).
Mudah-mudahan di masa yang akan datang, akan tercipta direktori beasiswa, yang memuat semua beasiswa yang selama ini diinformasikan. Karena akan berguna bagi teman-teman.
Yah sudah… itu saja. Selamat Berjuang ya teman-teman.
For The Better Indonesia,
Leo Mualdy Christoffel Master of Diplomacy and Trade 2009 Monash University (Served Under Ministry of Trade Republic of Indonesia)
________________________________ From: fardinal frihandani To: beasiswa@yahoogroups.com Sent: Wednesday, December 31, 2008 2:28:50 PM Subject: [beasiswa] “Beasiswaku Berhasil”—(beasiswa dalam tanda kutip)=Morning Story
Dear All, Ini sambungan cerita “Beasiswaku”-Dalam tanda kutip.=CERITA 2 Mudahan jadi motivasi juga, aku sharing cerita2 di milis benar2 bukan mau pamer, sok menggurui dll, benar2 niatku tulus ingin membantu dengan caraku, lewat tulisan. aku memang suka menulis dan dari SMP banyak menjuarai lomba2 karya tulis. Suamiku bilang kenapa tidak diasah lagi bakat ku setalah 3 tahun aku vakum total, jadi aku sekalian membantu teman2 lewat cerita ku dan aku juga sambil belajar “menulis” kembali, aku senang bgt kalo ada teman2 yang mau mengkritik tulisan ku. Milis….. Suamiku bilang, kalo melakukan sesuatu LURUSKAN NIAT DULU, jadi saat aku send email pertamaku ke milis, insya allah udah lurus bgt niatnya buat sekedar membagi sedikit semangat. Milis…. Kadang kan kita “ngeyel” bgt ngejar beasiswa luar negri karena prestige, atau mau sok2 abroad dll, tapi yang pasti banyak juga yang niatnya tulus karena memang mau jadi ahli yang suatu hari nanti selain bisa menopang hidupnya dengan mapan juga bisa membantu anak2 Indonesia yang kurang beruntung. Milis, kadang saat niat negative kita muncul, kita sering lupa untuk liat detail beasiswa. Maksudnya, kan ada yang Full semua ditanggung, yang artinya kita keluar negri dengan modal yang minim juga toh nanti bisa idup disana, karena semua udah ditanggung, ada yang 50-50, jadi kita bagi dua, artinya need EXTRA money buat kita idup disana, ada yang Research scholarship-nah ini emang harus hati2 banget juga, Ask yourself, siap gak dengan komitmen nya, ntar sibuk research akhirnya bertahun2 dinegri orang gak lulus, pulang tanpa gelar, trus gimana dananya, harus benar2 jelas, ada beberapa kejadian, yang pulang tanpa title, udah capek2 karena pertama pas diajalani research scholar, ditengah jalan ada bentrok dengan profesornya lah, tempat researchnya lah yang dinegeri antah berantah pula, kecapekan dll. Banyak factor X yang kita gak siap dari jauh2 hari.. INTINYA Banyak tipe scholarship, so WE MUST READ IT CAREFULLY. Saya rasa banyak kok teman2 yang punya wawasan luas tentang ini. Dan bisa kita search di internet. Jangan karena mau “sok abroad” kadang kita lupa hal2 sepele tapi penting. Ada lho yang mahasiswa Indo yang gila di Belanda, karena ternyata beasiswanya gak seperti yang dibayangkan. Akn lebih safe dengan beasiswa yang udah kita familiar bgt, atau jelas kerjasamanya. BUANYAK bgt beasiswa kalo kita hunting di net. SO, watch your step. HUNTING BEASISWA tu menarik bgt, adrenalin jadi naik, BANYAK BGT hal2 sepele yang mesti kita tau buat jadi besar dan berhasil. Sekedar cerita….. Kalo kata suamiku, waktu suamiku bareng “future” bosnya di Australia, bos nya selalu menerangkan sesuatu berdasarkan pengalaman, misal mereka biasa meledakakan lereng dengan sudut tertentu beradasarkan pengalaman, tapi kalo kata suamiku kita juga perlu itungan “ilmiahnya” agar meminimalkan human error, jadi di COMBINE ada pengalaman, ada hitungan realnya, jadi semua jadi klop. Saling back up lah Artinya… Kita juga bicara berdasarkan fakta Sama halnya dengan beasiswa, kita sharing dengan banyak orang tapi kita mesti punya itungan “real” dikertas. Teman2 milis yang baik… Aku udah banyak bgt gagal trus bangun lagi, gagal lagi dan bangun lagi, baik dari soal karier, beasiswa, soal pribadi dll, tapi kalo kata suamiku aku tipe yang NGEYEL dan NGOYO dalam artian positif. Jadi aku punya stok semangat yang banyak banget. Caranya. AMBIL SEMUA YANG BURUK YANG TERJADI AMA KITA buat jadi PELAJARAN. Hari pertama pasti masih terasa sakit, hari kedua sedikit sakit, hari demi hari sakitnya kurang dan makin lama sakitnya ilang. NANTINYA Kita akan gak tau lagi gimana rasa sakitnya tapi akan ingat itu PERNAH TERJADI Milis yang baik, Suamiku cinta pertama ku (semoga jadi yang selamanya), kami pacaran 13 tahun dan nikah 3 tahun. Bisa dibayangkan banyak SUKA DUKA yang udah kami jalani. Suamiku juga selalu baca tulisan ku. Sekarang suamiku lagi terbang ke Papua, saat suamiku ikutan baca, aku ingin dia tau, terimakasi untuk selalu berusaha hadir saat aka jatuh dan beri semangat padaku bahwa aku bisa. Terimakasih untuk selalu bicara manis dan lembut walaupun hatinya jengkel liat sifatku yang egois, keras kepala dan ambisi. Terimakasih buat semua cintanya. Dulu waktu aku down suamiu send cerita ini…. Di Arab dulu, ada seorang perempuan super cantik, dan saat menikah maharnya 100 ekor kambing, dan ditempat yang sama ada perempuan yang buruk rupa dan semua orang bilang, jangankan semut, bangkaipun dak akan ada satu orang lelaki pun yang mau menjadikan mahar baginya. Suatu hari ada pemuda dari desa tetangga yang melamar gadis buruk rupa itu dengan mas kawain 1000 ekor sapi. Banyak yang bilang pemuda itu gila, dan banyak pula yang bilang mungkin buta karena mau menikahi perempuan jelek. Penduduk desa tempat asal wanita jelek tadi secara terbuka bergunjing bahwa wanita jelek itu pasti dirumah suaminya dijadikan budak, atau gak dikasi makan atau apalah yang jelek2 karna saking gak “indah” nya wanita jelek itu. Trus mereka memutuskan untuk berkunjung kesana buat memastikan, saat mereka datang, wanita cantik yang membukakan pintu dan membuatkan mereka teh. Trus mereka Tanya dimana wanita jelek dari desa mereka, trus wanita cantik tadi bilang, aku lah wanita itu. Mereka gak percaya. Wanita itu bilang, karena suamiku begitu menghargaiku, begitu mencintaiku, maka aku yang buruk rupa ini berusaha memberikan yang terbaik yang aku punya, Maka aku belajar berdandan, belajar tata karma dan belajar banyak hal bagus untuk menyenangkan hati suamiku Milis CINTA dan SEMANGAT dari orang-orang terdekat bisa jadi extra power buat kita hunting APAPUN didunia ini Ini aku bisa tulis email pagi2 karena biadadari ku udah makan pagi, jajan dan mandi pagi. HIDUPKU SIBUK BANGET sebagai “ibu RUMAH TANGGA”. Waktu 10 menit berharga banget karena aku bisa melakukan hobiku. Ini bidadariku udah mulai merengek. Mulai bosan denga Tom Jerry nya Aku harus stop dulu Salam persahabatan
[Non-text portions of this message have been removed]
————————————