[butuh info] mau lulus doktor apply sbg PhD student
Saya sering browse the list of Professor di European Universities. Pas saya lihat CV-nya, ada beberapa juga yang punya gelar PhD-nya 2 seperti orang Russia sebelumnya sudah dapat PhD di Moskow kemudian ke Inggris dapat PhD lagi di London. Yang lainnya, pernah dapat PhD di Bucharest (Romania) kemudian dapat PhD lagi di Swedia. Jadi ambil PhD berkali2 juga ada. Memang umumnya orang setelah PhD ambil Postdoctoral, tapi kan syarat diterima Postdoctoral biasanya sudah viva PhD-nya, jika situasinya “in limbo” misalnya masih writing up for thesis (belum pasti kapan lulusnya) tetapi sudah tidak ada funding dan juga utk apply Postdoct belum bisa diterima jadinya banyak juga yang ambil PhD project sebagai research staff di tempat/negara lain. Karena PhD di negara2 Eropa daratan biasanya dianggap sbg Research Staff (digaji sama seperti research engineer) mungkin di CV-nya bisa ditulis sbg work experience daripada ditulis di bagian Education. Wajar lah jika tulis di CV di bagian Education sedang ambil PhD kemudian apply PhD lagi ya akan ditolak. Karena PhD yang sebelumnya masih belum lulus ya tidak ada salahnya menaruh PhD sebagai work experience (eg. 2006-2009 Working as a Research Engineer/Researcher in bla bla bla….daripada nulisnya, 2006-2009 Studying for a PhD in bla bla bla…..).
Utk info Habilitation bisa lihat di wiki: http://en.wikipedia.org/wiki/Habilitation
Regards
Iwan Adhicandra
— In beasiswa@yahoogroups.com, “Suharyo Sumowidagdo” wrote: > > — In beasiswa@yahoogroups.com, Ahmad Yudanto wrote: > > > > Halo Mas/Mba Moderator and milister, > > > > Saat ini, saya sedang studi program doktor dan diharapkan > pertengahan tahun depan bisa lulus. > > Namun demikian, keinginan untuk belajar di bidang lain yang masih > ada kaitannya dengan bidang yang saya tekuni sekarang, tidak pernah > padam. Salah satu diantaranya adalah tawaran PhD studentship dari > salah satu universitas di Norway. > > Bisa lebih spesifik bidang yang ditekuni sekarang apa, bidang yang > ingin dipelajari apa ? Mungkin sekali ini menjadi alasan mengapa niat > anda tidak diterima dengan baik oleh profesor/universitas. > > Di beberapa departemen/universitas, ada kebijakan untuk tidak menerima > mahasiswa program doktor jika ybs telah memiliki gelar doktor dalam > bidang yang sama *atau* dekat kaitannya dengan bidang studi di > departemen tsb. Definisi “dekat kaitannya” itu longgar. Alasannya > adalah seseorang dengan gelar doktor dianggap *mampu* beralih bidang > secara mandiri. Jika anda merasa *tidak mampu* beralih bidang tanpa > mengikuti pendidikan baru, maka justru *kompetensi* anda akan > dipertanyakan. > > Dan saya sangat setuju dengan pendapat ini: sudah banyak rekan senior > saya yang menjadi pakar dalam bidang-bidang lain semacam statistik, > komputer, elektronik, matematika, atau teknik meski gelar doktornya > Fisika. > > Sebagai contoh, saya yang bidangnya Fisika Partikel Eksperimen, tidak > akan diterima jika mengajukan lamaran untuk studi doktor bidang > Astronomi (yang sangat dekat dengan fisika) atau mungkin juga Teknik > (karena kandungan unsur keteknikan dalam Fisika Eksperimen sangat banyak). > > Saya setuju dengan saran Vidya yang menyarankan untuk mencari posisi > postdoctoral di bidang yang baru. Jika anda memang punya niat untuk > berganti bidang, hal ini tidak mustahil. Seorang rekan saya yang > lulus Fisika Partikel Eksperimen, berhasil mendapatkan posisi > postdoctoral bidang Astronomi/Kosmologi. Saya sendiri ketika lulus > kemarin mencoba juga mencari pekerjaan di bidang instrumentasi/sistem > kendali yang memang terkait dengan apa yang banyak saya lakukan di lab > saya. > > > > > Haryo >
Category: Scholarship
























